CAFIFEST 2019
pengalaman seru mengikuti acara cafifest 2019 yg di selenggarakan pada tanggal 30 april 2019
rangkaian acara demi acara berlangsung sukses
dari mulai pertama kali pagi pagi yaitu pameran makanan periklanan yang mana kelompok saya juga ikut dalam periklanan yaitu berjualan PENTOL MANJALITA yg alhamdullilah habis laku terjual dengan harga 5000rb perporsinya
lalu siang sekitar jam 1 lanjut acara seminar pada acara cafifest ini yang di bawakan oleh pembicara handal mengenai seputar dan sharing cara cara membuat film pendek dan ilmu ilmunya
pada acara ini saya juga ikut serta dalam pembuatan film pendek yg saya buat dengan teman sekelas saya yaitu dengan judul CINTA DALAM SABAR walaupun kami gak menang dan gak masuk nominasi tetapi kami sudah bangga bisa belajar membuat film pendek ini
dan pada malam harinya lanjut menonton film film yg masuk kategori dalam pembuatan film pendek ini dan emng luar biasa bagus semua film film yg di putar dan masuk nominasi
dan pada saat ini acara ini saya sangat senang karna dengan adanya acara ini dari luar bisa berpartisipasi juga dan STISIPOL CANDRADIMUKA Makin di kenal banyak orang orang di sekitar
semoga ada acara acara selanjutnya yang bisa menggali minat dan bakat anak ILMU KOMUNIKASI
TERIMAKASIH :)
Jumat, 17 Mei 2019
RESET PUBLIC RELATION
RESET PUBLIC RELATION
Proses
Perencanaan Reset Manajemen Public Relations
Menurut Scott M. Cutlip & Allen H. Center proses manajemen public relations sepenuhnya mengacu kepeda pendekatan manajerial. Proses perencanaan ini dapat dilakukan melalui “Empat tahapan atau langkah-langkah pokok” yang menjadi landasan acuan untuk pelaksanaan program kerja kehumasan adalah sebagai berikut :
Menurut Scott M. Cutlip & Allen H. Center proses manajemen public relations sepenuhnya mengacu kepeda pendekatan manajerial. Proses perencanaan ini dapat dilakukan melalui “Empat tahapan atau langkah-langkah pokok” yang menjadi landasan acuan untuk pelaksanaan program kerja kehumasan adalah sebagai berikut :
- Fact
Finding : Mendefinisikan
permasalahan yang dilakukan melalui penelitian dengan menganalisa situasi
berupa pemahaman, opini, sikap dan perilaku publik terhadap lembaga.
- Planning : Berdasarkan pada rumusan masalah, dibuat strategi
perencanaan dan pengambilan keputusan untuk membuat program kerja
berdasarkan kebijakan lembaga yang juga disesuaikan dengan kepentingan
publik
- Communicating : Dalam tahap ini PRO harus mengkomunikasikan pelaksanaan
program sehingga mampu mempengaruhi sikap publiknya yang mendorong mereka
untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
- Evaluating : Tahap ini melakukan penilaian terhadap hasil-hasil
pelaksanaan program dari perencanaan, pelaksanaan program,
pengkomunikasian, sampai keberhasilan atau kegagalan yang terjadi dari
program tersebut
Fact Finding
Langkah pertama sangat penting artinya bagi suksesnya program humas. Fact finding adalah pencarian fakta, data atau informasi yang mendukung program humas mengenai situasi, pendapat, sikap, dan reaksi publik terhadap kegiatan, kebijakan atau produk suatu perusahaan atau lembaga. Pada tahap ini, Public Relions Officer dapat menganalisis data dan informasi yang sudah tersedia baik di buku, jurnal, majalah atau sumber-sumber data dan informasi lainnya. Istilah kerennya adalah desk research.
Pada tahap ini, seorang praktisi menganalisis data dan informasi yang tersedia. Berdasarkan informasi dan data yang tersedia kemudian dapat diperoleh interpretasi-interpretasi. Interpretasi ini amat berguna bagi seorang praktisi untuk memutuskan atau menentukan langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk memecahkan suatu permasalahan. Penelitian bisa dilakukan secara kualitatif & kuantitatif. Dalam tahap ini ditetapkan suatu fakta dan informasi yang berkaitan langsung dengan kepentingan organisasi, yakni What’s our problem?
Langkah pertama sangat penting artinya bagi suksesnya program humas. Fact finding adalah pencarian fakta, data atau informasi yang mendukung program humas mengenai situasi, pendapat, sikap, dan reaksi publik terhadap kegiatan, kebijakan atau produk suatu perusahaan atau lembaga. Pada tahap ini, Public Relions Officer dapat menganalisis data dan informasi yang sudah tersedia baik di buku, jurnal, majalah atau sumber-sumber data dan informasi lainnya. Istilah kerennya adalah desk research.
Pada tahap ini, seorang praktisi menganalisis data dan informasi yang tersedia. Berdasarkan informasi dan data yang tersedia kemudian dapat diperoleh interpretasi-interpretasi. Interpretasi ini amat berguna bagi seorang praktisi untuk memutuskan atau menentukan langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk memecahkan suatu permasalahan. Penelitian bisa dilakukan secara kualitatif & kuantitatif. Dalam tahap ini ditetapkan suatu fakta dan informasi yang berkaitan langsung dengan kepentingan organisasi, yakni What’s our problem?
TERIMAKASIH
ETIKA PUBLIC RELATION
ETIKA PUBLIK RELATION
Pengertian
Sebelum kita beranjak pada pengertian etika public relations, ada baiknya kita pahami terlebih dahulu pengertian dari etika yang dikemukakan oleh para ahli. Beberapa definisi etika yang telah dirumuskan oleh para ahli terkandung aspek moralitas dan kode etik.
Berikut adalah beberapa pengertian etika, yaitu :
- James E. Grunig
mendefinisikan etika sebagai sesuatu yang serigkali dipertukarkan dengan moral dan nilai karena pertanyaan terkait etika secara umum merujuk pada apa yang baik secara moral atau apa yang seharusnya dinilai. Moral merujuk pada tradisi kepercayaan yang telah ada selama beberapa tahun atau beberapa abad dalam sebuah masyarakat yang menekankan pada apa yang benar dan apa yang salah. Sementara itu, nilai merujuk pada kepercayaan tentang suatu obyek atau ide yang dipandang penting. Karena itu, lanjut Grunig, kita mempelajari etika untuk menentukan bagaimana untuk membuat penilaian moral dan penilaian nilai.
Prinsip-prinsip
Dalam buku Ethics in Public Relations A Guide to Best Practice, Patricia J. Parsons (2008 : 20 – 21) menyatakan bahwa terdapat 5 (lima) prinsip atau pilar etika public relations, yaitu :
- Veracity (to tell the truth)
Prinsip atau pilar pertama etika public relations sebagai industri komunikasi adalah menyampaikan kebenaran. Sebagai sebuah prinsip etika, konsep veracity (to tell the truth) atau mengatakan atau menyampaikan kebenaran merupakan tahap awal bagi dasar-dasar asumsi tentang berperilaku etis.
Kode Etik Profesi Public Relations
Tidak dipungkiri bahwa public relations dipandang sebagai sebuah metode komunikasi yang menggunakan cara-cara manipulatif guna membentuk citra positif sebuah organisasi di mata publik dan terkadang mengabaikan aspek-aspek etika. Hal ini tentunya merupakan salah satu indikator isu etika public relations bagi para profesional public relations.
Manfaat Mempelajari Etika Public Relations
Mempelajari Etika Public Relations dapat memberikan manfaat bagi kita diantaranya adalah sebagai berikut :
- memahami pengertian etika.
- memahami pengertian etika public relations.
- memahami prinsip-prinsip dalam etika public relations.
- memahami landasan teori etika public relations.
- memahami landasan dibentuknya kode etik profesi public relations.
Demikian ulasan singkat tentang Etika Public Relations. Semoga memberikan wawasan dan pengetahuan terkait dengan public relations khususnya dan ilmu komunikasi pada umumnya.
TERIMAKASIH :)
COMMUNITY RELATION
Community Relations
Pengertian
Community relations
adalah upaya membina hubungan harmonis antara perusahaan/organisasi dengan
komunitas masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial dan saling
pengertian. Community Relations pada dasarnya adalah kegiatan public relations,
maka langkah-langkah dalam proses public relations pun mewarnai langkah-langkah
dalam community relations. Mengingat community relations berhadapan langsung
dengan persoalan – persoalan sosial yang nyata dihadapi komunitas sekitar
organisasi melalui pendekatan community relations, organisasi bersama-sama
dengan komunitas sekitarnya berusaha untuk mengidentifikasi, mencari solusi dan
melaksanakan rencana tindakan atas permasalahan yang dihadapi. Dalam hal ini fokusnya
adalah permasalahan yang dihadapi komunitas. Bukan permasalahan yang dihadapi
organisasi. Namun dampak dari penyelesaian permasalahan yang dihadapi komunitas
itu akan dirasakan juga oleh organisasi, mengingat program-program community
relations pada dasaranya dikembangkan untuk kepentingan bersama organisasi dan
komunitas.
Unsur-unsur Community
Relations
Kesejahteraan
komersial
Dukungan agama
Lapangan kerja
Fasilitas pendidikan
yang memadai
Hukum, ketertiban dan
keamanan
Pertumbuhan penduduk
Perumahan beserta
kebutuhannya yang sesuai
Perhatian terhadap
keselamatan umum dan penanganan kesehatan yang progresif
Kesempatan bereaksi
dan berkebudayaan yang bervariasi
Manfaat Community
Relations
-Komunitas pada
organisasi
– Reputasi dan citra
organisasi yang lebih baik
– Memanfaatkan
pengetahuan dan tenaga kerja lokal
– Menarik tenaga kerja,
pemasok, pemberi jasa dan mungkin pelanggan lokal yang bermutu.
Organisasi pada
Komunitas
– Peluang penciptaan kesempatan kerja, pengalaman
kerja dan pelatihan
– Pendanaan investasi komunitas dan
pengembangan infrastuktur
Contoh Kegiatan
Community Relations
Aktivitas Kepedulian
Sosial Toyota di Indonesia
Untuk meningkatkan
performa kontribusi di bidang komunitas, Toyota Indonesia mendirikan departemen
Community Relations dan Community Development dalam struktur organisasi.
Kegiatan-kegiatan dalam bidang ini umumnya terbagi dalam empat kelompok besar,
yaitu infrastruktur, kesehatan dan kebersihan, kegiatan keagamaan, dan
pemberdayaan masyarakat. Seluruh kegiatan kami didesain untuk meningkatkan
taraf hidup komunitas sekitar Toyota.
Kegiatan-kegiatan
Community Relations dan Community Development Toyota Indonesia di antaranya
adalah:
1. Infrastruktur
a. Renovasi gedung
sekolah
b. Renovasi jalan
c. Pembangunan
penerangan jalan
d. Renovasi rumah
tinggal
e. Lain-lain
MEDIA PUBLIC RELATION
MEDIA PUBLIC RELATION
Bagi Public Relations, membangun reputasi di era digital saat ini merupakan tantangan yang harus dihadapi. Betapa tidak, arus informasi tersaji dengan cepat. Orang-orang bisa mendapatkan berita terkini tanpa harus menyalakan layar tv. Hanya dengan mengakses media sosial melalui gadget masing-masing berita aktual dapat diakses dengan cepat. Public Relations professional haruslah sadar betul bahwa media memiliki peran penting dalam kegiatan publikasi. Sehingga penting bagi Public Relations untuk menjalih hubungan dengan media atau yang selanjutnya disebut dengan Media Relations. Media relations merupakan aktivitas yang dilakukan oleh seorang Public Relations yang berhubungan dengan media massa, dalam hal ini adalah kegiatan publikasi perusahaan. Media relations penting dilakukan bagi seorang Public Relations karena tujuan utamanya adalah untuk reputasi perusahaan.
Media relations merupakan bentuk strategi komunikasi seorang Public Relations professional dalam menjaga hubungan dengan media. Menjalin dan mempertahankan hubungan baik dengan media amatlah penting bagi seorang Public Relations. Sebab media adalah sarana publikasi, dimana segala informasi tentang perusahaan disalurkan selain itu media juga merupakan sarana untuk membangun reputasi. Saat ini media merupakan acuan public untuk bergerak dan bertindak, publik seolah digiring oleh media untuk berperilaku sesuai dengan isu yang ada. Pasalnya Jika media menggiring publik ke arah yang negative maka hal ini akan membawa dampak yang kurang menguntukan bagi perusahaan karena dapat mempengaruhi reputasi perusahaan. Jika media menggiring kearah yang positif maka ini akan meningkatkan reputasi perusahaan. Sehingga penting sekali bagi Public Relations professional untuk menjalin hubungan baik dengan media.
Melalui media, reputasi perusahaan terbangun. Support dan jaringan bagi perusahaan juga terbangun. Ketika hubungan media terjalin dengan baik, maka kepercayaan public terhadap perusahaan juga pastinya akan semakin kuat sebab pesan yang disampaikan oleh media diterima oleh public dengan baik pula. Rini Damastuti dalam bukunya yang berjudul Media Relations: Konsep Strategi dan Aplikasi (2012) menyebutkan bahwa kegiatan media relations terbagi menjadi dua bentuk. Pertama adalah tulisan seperti press release, tulisan yang ditujukan kepada editor, pemberitahuan megenai layanan publik dan komunikasi melalui media di internet. Kedua adalah dengan menggelar suatu kegiatan atau acara, contohnya media gathering atau media relations yang dibuat oleh praktisi PR, press call yang dilakukan untuk menyampaikan informasi melalui telepon, media events seperti undangan bagi media untuk menjadi sponsor dalam suatu kegiatan, kemudian tentunya adalah konferensi pers dengan media.
Kunci dari kegiatan media relations adalah konsistensi. Public Relations harus selalu memberikan informasi kepada media secara rutin dan haruslah sering mengadakan pertemuan untuk sekedar sharing santai. Hal ini penting dilakukan karena media akan selalu menginginkan informasi setiap hari setiap saat. Konsistensi juga diperlukan dalam konten publikasi agar tidak membosankan. Public Relations harus memikirkan berita yang akan dimuat, siapa audience nya, relevansi berita, durasi penyampaian berita, keakuratan berita, dan siapa penyampai beritanya. Sehingga pesan yang disampaikan melalui media dapat diterima dengan baik oleh publik. Terakhir adalah pentingnya seorang Public Relations melakukan evaluasi dari aktivitas media relations yang dilakukan. Bagaimanapun juga media relations adalah startegi yang dilakukan oleh public relations dalam membangun dan mempertahankan reputasi perusahaan. Oleh karenanya setiap aktivitas yang telah dilaksanakan perlu dievaluasi. Proses evaluasi dilakukan untuk mengetahui apa yang kurang dan sebaiknya dipertahankan dari kinerja yang telah dilakukan.
TERIMAKASIH
GOVERNMENT PUBLIC RELATION
GOVERNMENT PUBLIC RELATION
Government Public Relations (GPR) merupakan program prioritas untuk memastikan masyarakat mengetahui apa yang dilakukan pemerintah dan berpartisipasi dalam pembangunan. Implementasi GPR dilaksanakan sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Komunikasi Publik
Basis kerja Government Public Relations adalah pengelolaan informasi dan komunikasi yang berkelanjutan untuk memperoleh pemahaman dan dukungan publik terhadap Program dan Kebijakan Pemerintah.
Program Kerja
- Pemerintah sebagai penentu agenda (agenda setting) isu-isu di masyarakat untuk membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah sebagai sumber informasi yang akurat dan dapat dipercaya.
- Membentuk lembaga jejaring komunikasi .
- Menyusun dan memantau implementasi regulasi tentang GPR oleh K/L/D .
- Menyediakan dan menyebarkan konten informasi publik ke seluruh Indonesia.
TERIMAKASIH :)
INTERNAL PUBLIC RELATION
INTERNAL PUBLIC RELATION
Kegiatan internal Public
Relations adalah kegiatan yang ditujukan untuk internal publik organisasi /
perusahaan. Publik internal adalah semua elemen yang mempengaruhi secara
langsung dalam keberhasilan perusahaan, seperti karyawan, manajer, supervisor,
pemegang saham, dewan direksi perusahaan dan sebagainya.
Melalui kegiatan
Internal Public Relations diharapkan dapat memenuhi kebutuhan internal dan
kepentingan umum dari organisasi / perusahaan. Dengan hubungan yang harmonis
antara pihak-pihak yang terkait dengan perusahaan itu akan menciptakan iklim
kerja yang baik. Dengan demikian operasi perusahaan akan berjalan dengan
lancar.
Kegiatan hubungan
internal yang dilakukan oleh Petugas Hubungan Masyarakat, yaitu :
Hubungan dengan karyawan (employee relations)
Sebuah PR harus dapat
berkomunikasi dengan semua tingkatan karyawan baik secara formal maupun
informal untuk menentukan kritik dan saran yang dapat dipertimbangkan dalam
pembuatan kebijakan dalam organisasi / perusahaan mereka.
Sebuah PR harus mampu
menjembatani komunikasi antara manajemen dan karyawan. Karena program memegang
hubungan karyawan diharapkan akan mengarah pada hasil positif yang karyawan
merasa dihargai dan dirawat oleh perusahaan. Sehingga tercipta rasa memiliki
(sense of belonging), motivasi, kreativitas dan ingin mencapai performa
maksimal.
Hubungan dengan pemegang saham (stockholder relations)
Sebuah PR juga harus
mampu membangun hubungan yang baik dengan pemegang saham, dan mampu
berkomunikasi apa yang terjadi dalam organisasi / perusahaan. Karena sebagai
penyandang dana, mereka harus selalu tahu perkembangan perusahaan secara
transparan dalam rangka meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam perusahaan.
Dengan demikian akan menghilangkan kesalahpahaman dan kecurigaan terhadap
perusahaan.
Langganan:
Postingan (Atom)






